Skip to main content
Y

LAMI KARO : Saatnya Memilih Pemimpin dengan Cerdas dan Kritis

Karo,TuntasOnline.Com - Warren Harding disebut sebagai Presiden Amerika terburuk dalam sejarah. Ia peminum alkohol hingga teler kronis. Hobi berjudi dan menyukai permainan poker. 

Namun, sepatunya mengkilat, badannya tegap bidang. Rambut klimis. Wajah ganteng hingga melelehkan kaum hawa. Rayuannya maut. Ia tipikal orang yang tahu memanfaatkan kelebihannya. Dan segala deretan pesonanya itu yang akhirnya meyakinkan warga USA untuk memilih dia sebagai orang berkuasa di negeri adi daya itu.

Adalah Harry Daugherty yang memolesnya. Saat itu, pagi sekali di sebuah taman, Daugherty dan Harding tengah asyik berbincang sambil sepatu mereka disemir.

 Sama sama bersepatu mengkilat, setelah perbincangan itu, karena kepandaiannya dalam menilai sifat orang, Daugherty berhasil meyakinkan senat untuk menjadikan Harding sebagai kandidat dari Partai Republik. Peluang politik yang menjanjikan, pikirnya. 

Padahal, waktu menjadi anggota senat, Harding dikenal sebagai anggota yang bodoh dan tidak pernah punya ide kebijakan yang mengejutkan. 

Citra mulai dibangun. Kolaborasi dengan penguasa media, jurnalis senior, budayawan. Maksudnya adalah popularitas dan elektabilitas. Dan sukses.

Setelah berkuasa, apa yang terjadi? Harding terbukti tak mampu dan tak mau menghadapi tekanan yang bertubi tubi dari segala arah. Setiap menerima aduan yang dianggap sebagai tekanan, yang Harding ingat hanyalah alkohol. Ia stress dan cemas berlebihan. Pembuluh darahnya tersumbat. Lalu stroke. Dan akhirnya meninggal dunia.

Dua tahun kepemimpinan Harding hanya mencoreng malu di wajah Amerika.

Malcom Gladwel yang menceritakan kisah ini dalam "blink" mengistilahkannya dengan "Warren Harding Error". 

Adalah tertipunya masyarakat dengan tampilan luar. Dalam kepemimpinan politik, ketampanan, alis tebal, badan bidang, wajah kota dan tidak ndeso mengalahkan pertimbangan akan pengalaman memimpin, kemampuan manajemen pemerintahan atau ketegasan dan keyakinan mengambil keputusan.

 Ketua Dpc LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia) kab.karo Rekro Tarigan,Sabtu(30/03)  mengajak seluruh lapisan masyarakat indonesia yang telah mempunyai hak pilih ,Sudah saatnya kita bersikap cerdas dan kritis terhadap calon pemimpin kita. Para politisi juga sudah seharusnya menjadi "guru" yang jujur dalam menyodorkan kita calon pemimpin yang berkualitas, bukan hanya tampilan luar yang penuh pesona. Jangan biarkan kesan pertama kita tentang penampilan seseorang membenamkan penggalan informasi penting yang semestinya kita ikutkan dalam membuat keputusan.

 Sudah saatnya kita harus mulai melawan "Warren Harding Error",untuk itu,sebagai warga negara yang baik,kita jangan golput,pergunakan hak pilih kita pada,Rabu 17 April 2019 untuk memilih pemimpin 2019-2024,"jelas Tarigan(RT)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size