Skip to main content
Aditia Kamil Jambak

Grab Ingin di Non Aktifkan, Masyarakat Viralkan Hastag #KamiButuhGrab

Bengkulu, Tuntasonline.com - Pasca di non aktifkanya Grab di Bengkulu oleh Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik (Keminfo) Provinsi Bengkulu tanggal 13 Agustus 2108 lalu secara resmi, mengundang sejumlah polemik di masyarakat. Pasalnya banyak yang tidak setuju kenapa Grab di non aktifkan. Sosial media mulai ramai di perbicangkan seperti hashtag #KamibutuhGrab# pun hampir 1 juta like dan ratusan komenan positif. 

Sementera itu, masyarakat pengguna Grab Aditia Kamil Jambak sangat menyayangkan dan mengencam agar Grab dapat di aktif kan lagi, menurutnya salah satu alternatif transportasi sangat di butuhkan oleh masyarakat karena suka tidak suka kita harus menerima perkembangan zaman kemajuan teknologi dan infomatika. 

"Angkutan umum (angkot) dan Grab sangat berbeda dari segi sistem kerjanya, harga pun tidak sama. Banyak yang bilang Grab itu merugikan angkot padahal tidak sama sekali. Contoh saja angkot mana mau ngantar penumpang sama di  depan rumah dan hanya satu penumpang saja, coba Grab kan dia mau antar sampai dirumah dan juga tidak ribet pakai aplikasi tunggu 5 menit sampai tempat kita berada, kalau angkot ya nunggu belum tentu kadangan lewat," ujarnya, Aditia Kamil Jambak saat ditemui Tuntasonline.com menceritakan mirisnya Grab di non aktifkan, Selasa (14/8).

Lanjut dikatakan Aditia, angkot hanya beroperasi dari pagi hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan kalau Grab bisa sampai 24 jam melayanin masyarakat ingin berpergian. 

"Saya mewakili pengguna Grab di Bengkulu sangat tidak setuju Grab di non aktifkan, seharusnya pemerintah punya alasan yang jelas bila benar-benar di non aktifkan untuk sementara dan seterusnya serta pemerintah juga bertanya setidaknya, survei kelapangan setuju atau tidak Grab di non aktifkan biar adil . Karena itu kan juga sebagai lapangan pekerjaan di Bengkulu, dalam artian pemerintah juga menutup lapangan pekerjaan yang ada," jelasnya, EO ternama di Bengkulu. 

Menurutnya, ini hanya masalah soal perizinan sebab di Provinsi lain tidak ada permasalahan antara Grab dan Angkot sampai memanas seperti di Bengkulu.

"Kalau Grab benar-benar di tutup itu bukan hal bijaksana untuk transportasi online di Bengkulu, ingat tahun 2020 event visit Bengkulu wonderfull 2020 masa nanti pengunjung wisatawan lain datang ke bumi rafflesia tidak merasakan transportasi online untuk taxi konvensional aja kita susah," tutupnya (CW3).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size