Meski Ekonomi Bengkulu Lamban,Namun Laju Pertumbuhannya Lebih Pasti
Bengkulu, tuntasonline.com - Akhir-akhir ini laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu cukup melamban dari biasa, hal ini diakui Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia. Namun dibalik kelambanan tersebut, laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu relatif konstan jika dibandingan daerah lain.
Hal ini diungkapkan Beliau saat ditemui di Ruang Kerjanya pada Kamis siang (17/05). Beliau menambahkan dibalik kelambanan laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu, Bengkulu memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang relatif pasti dibanding daerah lain. Ini disebabkan oleh Bengkulu memiliki atmosfer kependudukan yang relatif dingin.
"Laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu memang cukup lamban ibarat kura-kura, namun dibalik itu semua Bengkulu mempunyai keunggulan walaupun perlahan-lahan pertumbuhannya itu pasti dibanding daerah lain" ungkapnya.
Endang Kurnia juga mengakui di Triwulan pertama 2018 laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu memang lamban, namun Beliau meminta khalayak memandang secara jauh progres kedepan karena Beliau menilai potensi Bengkulu cukup luar biasa.
Beliau menjelaskan laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu melamban di 2018 itu wajar dikarenakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melamban serta tengah mencari celah dengan memanfaatkan momentum Ekonomi Global.
"Memang di Triwulan pertama 2018 Ekonomi Bengkulu melamban, namun jangan kita lihat hanya sampai di sini tapi lihat satu tahun ini seperti apa. Ekonomi Bengkulu dapat tumbuh sekitar 5,2 %, mengapa Ekonomi Bengkulu sedikit melamban ini karena ekonomi Indonesia yang memang melamban namun dibalik itu Indonesia tengah mencari celah dibalik momentum ekonomi global terutama Amerika jadi pertumbuhannya belum sekuat Negara lain" paparnya.
Khusus di Bengkulu sekarang peredaran uang kartal khusus selama bulan suci Ramadhan sekitar 2,74 Triliun uang kartal.
"Khusus untuk di Bulan puasa kita menyediakan sekitar 2,74 Triliun Rupiah uang kartal selama bulan suci ramadhan untuk provinsi Bengkulu" tutupnya. (ReTra).
- 51 views
Facebook comments