Skip to main content
Waka II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnaian saat menerima wali Murid

Dugaan Pungli Oknum Kepsek SDN 7,Dewan Akan Mediasi

Bengkulu, Tuntasonline.com - Dugaan pemungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oknum Kepala Sekolah SDN 07 Kota Bengkulu yang berujung saling lapor,Dewan Kota akan fasilitasi Mediasi agar kedua belah pihak Berdamai,Senin (30/4)

Salah satu wali murid, Al Hidayyah mengatakan bahwa wali murid tidak ingin memperpanjang masalah ini melainkan berdamai dengan pihak sekolah yang sudah melaporkan wali murid ke Polda Bengkulu guna klarifikasi atas tuduhan terkait dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) oleh pihaknya.

"Kami dari pihak wali murid minta agar masalah ini di selesaikan sebaik mungkin, dan siap untuk berdamai," kata Al Hidayyah, salah seorang Wali murid yang mendatangi Dewan.

Wali murid juga menyampaikan kepada dewan agar masalah yang terjadi antara wali murid dengan pihak sekolah dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya agar hubungan antara wali murid, murid, dan pihak sekolah kembali seperti sedia kala.

Sudisman, selaku anggota dewan menyarankan agar wali murid melakukan mediasi dengan pihak sekolah untuk memperjelas duduk permasalahannya dan dicari penyelesaiannya.

"Kita sudah sampaikan kepada rombongan yang datang agar mencari waktu untuk mediasi terkait masalah ini supaya kondisi di lingkungan tersebut kembali kondusif," ungkap Sudisman saat diwawancarai awak media. 

Permasalahan ini bermula ketika Pihak sekolah meminta sumbangan dalam membangun mushola sebesar Rp 5.000 per bulan kepada setiap murid. Adanya permintaan sumbangan oleh pihak sekolah menyebabkan wali murid menduga hal tersebut merupakan tindakan Pungutan Liar yang dilakukan oleh pihak sekolah. Pihak sekolah mengklaim sumbangan tersebut sudah di setujui oleh wali murid. Oleh karena itu, Pihak sekolah melapor ke Polda Bengkulu guna klarifikasi tuduhan tersebut.

Sudisman menambahkan bahwa sejatinya tujuan pihak sekolah sangat baik. Akan tetapi, sudisman menyayangkan pihak sekolah yang meminta sumbangan kepada siswa.

"Sebenarnya tujuan untuk pembangunan mushola itu baik, tetapi yang kita sayangkan sumber dana tersebut diminta dari siswa, jadi niatnya baik tapi caranya tidak baik," tambahnya. 

Guna perjelas kondisi ini, Sudisman mengungkapkan bahwa dirinya akan memanggil kedua belah pihak untuk mencari titik terang dari permasalahan tersebut.(CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size