APPM Gelar Aksi, Minta Nelayan Saling Bergadengan
Bengkulu, Tuntasonline.com - Maraknya isu konflik antar nelayan di Provinsi Bengkulu, Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) gelar aksi guna stabilkan situasi dalam rangka memperingati Hari Nelayan di Simpang Lima Ratu Samban pada Rabu (11/4),Sekaligus menghimbau agar Nelayan saling bergandeng.
Aksi damai yang dilakukan oleh APPM yang bertepatan dengan hari nelayan beberapa hari lalu, menghimbau agar nelayan di Kota Bengkulu pada khususnya, untuk tidak terlibat konflik sesama nelayan. Seperti dikatakan Evan Trijasa selaku Penanggung Jawab aksi, bahwa nelayan menjadi penggerak perekonomian Bengkulu. Pasalnya, menurut data WALHI 80% wilayah Bengkulu tidak mampu dikuasai. Sehingga perairan menjadi solusi utama dalam membangun perekonomian masyarakat.
"Berdasarkan data WALHI bahwasanya Provinsi Bengkulu itu 80% wilayahnya tidak dapat dikuasai. Kenapa tidak bisa dikuasai, karna 80% tersebut meliputi hutan lindung dan perkebunan-perkebunan milik PT (Persero Terbatas-red). Tinggal yang tersisa adalah 20% dan 20% ini jika dibagi dengan jumlah oenduduk yang ada di Provinsi Bengkulu ini maka masing-masing orang hanya mendapatkan sepertiga hektar, jadi kemungkinan hidup dari tiga perempat hektar ini tidak mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," ucap Evan.
Maka dari itu, dalam aksi ini Evan memaparkan kepada awak media betapa berpotensinya laut Bengkulu jika digunakan dan diorganisir dengan baik. Evan juga menyinggung sedikit tentang adanya konflik antar nelayan yang terjadi di Bengkulu. APPM menilai, jika nelayan terus konflik, dan tidak melaut, hal itu akan menimbulkan masalah batu, yakni pasokan ikan yang harus diambil dari luar Bengkulu yang tentunya lebih mahal.
"Solusi yang terbaik adalah memanfaatkan kemaritiman ini, karena masa depan Provinsi Bwngkulu ada di laut. Sedangkan hamparan laut kita dari Kaur sampai ke Muko-muko itu terhampar 525 kilometer. Inilah potensi kita untuk menangkap ikan dilaut, jadi ketika ini tidak digunakan dengan baik, nelayan selalu konflik, maka yang terjadi adalah kebutuhan ikan kita meningkat, sedangkan nelayan tidak melaut karna sibuk konflik maka harus di pasok dari luar," lanjutnya.
Dalam aksi ini juga APPM menyatakan sikap terkait kemaritiman Provinsi Bengkulu, berikut pernyataan sikap APPM:
- Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) Provinsi Bengkulu, mendukung Plt. Gubernur Bengkulu memediasi perselisihan antar nelayan Tradisional dan nelayan Trawl secepatnya tanpa berlarut-larut.
- Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) Provinsi Bengkulu, meminta kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu mempehatikan nasib nelayan dan memberikan bantuan alat tangkap kepada nelayan.
- Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) Provinsi Bengkulu, mengajak masyarakat nelayan agar bergandengan tangan sesama nelayan tanpa perseteruan dan tetap fokus melaut.
Dengan adanya aksi ini pula APPM meminta agar Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dapat terus melanjutkan dan memediasi nelayan. Karna APPM mengungkapkan bahwa fakta dilapangan, nelayan trawl dan nelayan tradisional masih terlibat konflik pasca mediasi yang dilakukan oleh Plt. Gunernur beberapa waktu lalu.(Fajril)
- 51 views
Facebook comments