Skip to main content
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun S.Pd M.Pd

Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru

 Bengkulu, tuntasonline.com  - Untuk membuktikan bahwa  slogan "Bengkulu Kota Pelajar" bukan hanya isapan jempol belaka, maka Pemerintah Bengkulu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi maupun Kota Bengkulu  bertekad meningkatkan kualitas pendidikan di Bengkulu.

Sebagai langkah untuk menjalankan tekad tersebut, maka fokus utama Pemerintah Bengkulu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi maupun Kota Bengkulu adalah meningkatkan kesejahteraan guru. Hal ini dibuktikan dengan pencairan dana tunjangan sertifikasi guru. 

Pj. Walikota Bengkulu yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun S.Pd M.Pd membenarkan hal tersebut. "Untuk di kota dana tunjangan sudah cair, cuma ada beberapa kabupaten yang terlambat sedikit tetapi saat ini sudah dilakukan pencairan. Karena sesuai jadwal pencairan dana tunjangan sertifikasi guru ini setiap 3  bulan  jadi kalau prakteknya telat seminggu itu masih bisa ditoleransi", kata Budiman. 

Komitmen mensejahterahkan guru ini bukan cuma tertuju kepada guru sertifikasi saja tetapi juga untuk guru non sertifikasi ataupun guru horor. Budiman Ismaun mengatakan bahwa pemerintah memperbolehkan bantuan dana BOS digunakan pihak sekolah untuk dipakai membayar guru honorer. 

"Uang komite sekolah bisa juga digunakan untuk membayar guru honorer tersebut. Ini sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru yang sudah sertifikasi maupun non sertifikasi ataupun yang masih guru honor", terangnya. 


Budiman Ismaun mengaku sangat prihatin dengan kondisi guru honor di Indonesia. Karena menurutnya gaji yang diperoleh guru honorer terkadang sangatlah kecil. Tetapi jasa guru honorer terhadap pendidikan di Indonesia sangatlah besar. 

"Keberadaan dan jasa huru honorer ini sangatlah penting, maka pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah mengindikasikan bahwa guru honorer akan di prioritaskan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Semoga itu bisa direalisasikan",  demikian Budiman Ismaun. (cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size