Pemulihan Ekonomi, Kepala BPKP Harapkan Pemda Tepat Dalam Berstimulus
Bengkulu, Tuntasonline.com - Pasca Penerapan New Normal ditengah Pandemi Covid-19, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bengkulu harapkan Pemerintah Daerah tepat dalam melakukan stimulus guna pemulihan ekonomi.
Baca Juga : Warga Bandung Kiri Semarakkan HUT RI dengan Perlombaan
Sudah hampir sepekan pandemi covid-19 menyerang, dalam penyaluran anggaran takterduga tersebut di Bengkulu sendiri masih relatif kecil. Serapan anggaran yang keluar di 9 kabupaten 1 kota di Provinsi Bengkulu per 11 Agustus 2020 mencapai Rp 186.020,07 miliyar yaitu 27,10 persen.
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bemgkulu, Iskandar Novianto mengatakan, serapan anggaran penanganan covid-19 di Bengkulu dari 9 Kabupaten 1 Kota ini masih relatif rendah dengan realisasi anggaran saat ini baru mencapai 27,10 persen dari total anggaran senilai Rp 186.020,07 miliyar.
"Lambatnya serapan ini justru menimbulkan pertanyaan baru bagi kita dengan serapan tersebut. Seharusnya pemerintah daerah bisa memetakan masalah dan segera menggunakan sisa anggaran tak terduga yang sudah dialokasikan tersebut," kata Iskandar Novianto. Senin, (17/8/2020)
Iskandar juga menggarisbawahi, didalam pemanfaatan anggaran ini Pemerintahan Kabupaten/Kota serta Provinsi akan berhasil apabila Daerah itu sendiri memiliki peta anggaran pemanfaatan yang sesuai dengan penyaluran.
"Jika memang anggaran COVID-19 semuanya sudah terpenuhi, seharusnya Pemda Bengkulu bisa memanfaatkan peluangnya kepada fokus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti memberi modal untuk UMKM," kata Iskandar.
Iskandar juga menyarankan agar sisa anggaran yang ada segera difokuskan pada pemulihan ekonomi dengan pemberian stimulus kepada sektor bisnis ultra micro.
"Seperti pelatihan-pelatihan kerja, pemberian modal usaha, dan kegiatan stimulus lainnya yang bisa membangkitkan semangat pengusahan kecil," katanya.
Baca Juga : HUT RI ke-75, Polda Bengkulu Gelar Operasi Bibir Sumbing
Kondisi ekonomi Bengkulu saat ini tengah mendapat tekanan yang cukup tinggi. Pertumbuhan ke arah negatif 0,48 persen dengan serapan anggaran PEN baru 24 persen justru tidak efisien dan berpihak pada aktivitas ekonomi. (P3)
- 47 views
Facebook comments