Skip to main content

Wabup Rianto Buka Sosialisasi Penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies

Asahan, TuntasOnline.id - Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., membuka Sosialisasi Protokol Tata Laksana Pascagigitan Terpadu pada Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan lintas sektor dalam menangani kasus gigitan hewan penular rabies sekaligus mendukung target nasional Indonesia bebas rabies pada 2030.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan target pemberantasan rabies pada 2030 sebagaimana tertuang dalam Master Plan Nasional Pemberantasan Rabies di Indonesia.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan komitmen seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, dalam memperkuat pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan rabies secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, penanganan kasus gigitan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu untuk mencegah penularan rabies kepada manusia. Karena itu, kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan perlu terus diperkuat.

Dalam sambutannya, Rianto menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara tepat.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat surveilans aktif terhadap hewan penular rabies, serta meningkatkan pengawasan dan respons terhadap laporan kasus gigitan di wilayah masing-masing.

“Penanganan kasus gigitan hewan penular rabies tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui koordinasi yang baik antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan pemerintah di setiap tingkatan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Rianto berharap sosialisasi ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai protokol penanganan pascagigitan serta memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Dengan koordinasi yang lebih baik, upaya pencegahan dan pengendalian rabies di Kabupaten Asahan diharapkan berjalan lebih efektif serta mendukung target Indonesia bebas rabies pada 2030.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, serta peserta dari Dinas Kesehatan, perangkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi bersama narasumber drh. Mhd. Arif Pratama Panjaitan dan Dr. drh. Shinta Mutia RM, M.Si., Medik Veteriner pada Balai Veteriner Medan.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size