Galeri Kampung Tenun Batubara Akan Jadi Icon Menarik Untuk Wisatawan Lokal
BATUBARA, Tuntasonline.com - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Batubara terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid 19.
Kali ini, dibawah pimpinan Arif Hanafiah Dinas Koperasi dan UKM mendirikan Galeri dan Workshop Tenun Songket yang terletak di Dusun Sei Gelanggang, Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi.
Galeri tenun kain songket akan diisi dengan produk UMKM khas Batubara yang akan menjadi ciri khas melayu serta menarik wisatawan lokal untuk berkunjung.
Kadis Koperasi dan UKM Batubara, Arif Hanafiah dikonfirmasi, Selasa (16/11/2021) menjelaskan, pembangunan Galery dan Workshop Tenun Songket Batubara merupakan program unggulan Bupati Ir.Zahir MAP, dalam mendorong bangkitnya UMKM lokal di tengan pandemi COVID-19.
Kata Arif, Bupati menginginkan Batubara memiliki sentra UMKM lokal dan terpusat. Oleh karena itu, pembangunan galeri melibatkan pendanaan dari APBD Batubara, Provinsi hingga pusat.
Untuk pembebasan lahan, lanjut Arif, Pemkab Batubara menyiapkan dana APBD 2021 dengan melakukan pembebasan lahan seluas lebih kurang 4000 meter, yang kini sudah dilakukan penimbunan dan dinding turap/tembok. "Galeri akan dibangun dengan bantuan Pemprov Sumut, termasuk gapura pintu masuk," ujarnya.
"Pembangunan galery dilakukan berkesinambungan hingga tahun 2023, termasuk kucuran DAU dari Pemerintah Pusat. Selain menjadi pusat sarana perajin tenun dan singket, nantinya areal ini akan ada disiapkan tempat pelatihan perajin, musalah, toilet, dan rest area. "Kita rencanakan ini nanti menjadi pusatnya perajin tenun songket di Kecamatan Talawi dan Datuk Tanah Datar," jelasnya.
Mengapa lokasi galeri berada di Desa Genting? Arif mengatakan, pemilihan lokasi tak lepas dari asal usul tenun songket Batubara yang berawal dari Desa Genting, yang kemudian perajinnya berkembang hingga ke seluruh kecamatan di Batubara
Sebagaimana diketahui lanjut Arif, produk berbahan tenun UMKM Batubara cukup banyak, dianyaranya kain tenun, kemeja songket, kebaya songket, tengkuluk, tas songket dan termasuk ratusan makanan khas daerah yang sudah bersertifikat.(Zfn/TO)
- 64 views
Facebook comments