Galian C Cemari Sungai, Warga Minta Kades Bersikap
Labuhanbatu, Tuntasonline.com - Warga Masihi Desa Sungai Raja Kecamatan NA IX - X Kabupaten Labuhanbatu Utara kian mengeluhkan dan menyesalkan terhadap galian C yang beroperasi di Desa tersebut sehingga diduga mencemari air sungai menjadi kotor dan tidak bersih, dan meminta Kepala Desa bersikap menyikapi permasalahan ini.
Hal itu dikatakan sumber yang berinisial M.T ketika di jumpai wartawan Jum'at (01/10/2019).
Lebih lanjut, sumber menanbahkan, galian C yang telah beraktivitas tersebut diduga sudah merusak bantaran sungai dan terjadinya pencemaran sumber kehidupan dasar warga.
"Dan kami masyarakat disini sudah resah dengan aktivitas penambangan galian C yang bermodalkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Provinsi Sumatera Utara," ucap sumber
"Sungai sebagai tempat aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sudah kotor dan tercemar akibat alat keruk jenis ekskavator (beko), belum lagi dilalui kendaraan berat bahwa saat ini masyarakat sudah mengkonsumsi air yang tidak layak setiap hari," tutupnya.
Sementara itu Kepala Desa Sungai Raja Kecamatan NA IX -X Kabupaten Labuhanbatu Utara, Hery saat di konfirmasi wartawan melalui via telpon seleluler mengatakan tidak mengetahui kalau air sungai itu sudah kotor.
Ketika ditanyakan kembali apakah kepala desa tidak mengetahui kalau ada galian C di masihi tersebut lalu kepala desa menjawab iya saya tau. ucap kades.
"Mereka hanya memberikan selebaran kertas kepada saya sekitar di bulan Maret 2019 namun saya belum pernah mengecek kelokasi tersebut," bilang Hery.
Hal senada juga di sesalkan oleh warga masihi yang berinisial Rips dan Irp yang menuliskan didinding Facebook nya.
Alat berat excavator (beko) galian C di Dusun Masihi Desa Sei Raja, Kec. NA IX-X, Kabupaten Labura akhirnya kami temukan di areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Diduga galian C beroperasinal tidak di lokasi Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Nomor : 671/591/BPPTSU/2/XI.1.b/X/2016.
"Galian C tersebut sangat meresahkan masyarakat karena mencemari sungai yang setiap hari air tersebut di konsumsi warga Dusun Masihi," tulisnya dinding Fecebook. (Paris)
- 158 views
Facebook comments