Sosialisasi GerNas Non Tunai, Jumlah Pengguna di Bengkulu Terendah Se-Sumatera
Bengkulu, TuntasOnline.Com - DPR RI bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar acara Edukasi dan Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai di Santika Hotel Bengkulu pada Selasa pagi (14/08). Dalam sosialisasi ini, terungkap bahwa Provinsi Bengkulu adalah Provinsi dengan jumlah pengguna Non Tunai terendah se-Sumatera.
Sebelumnya digelarnya Acara ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai hal-hal yang berkenaan Non Tunai dengan segala keuntungannya dalam kehidupan sehari-hari jika diterapkan.
Acara ini dihadiri langsung Anggota DPR RI Komisi XI Anarulita Muchtar, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia Saputra, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu M. Jhon, Ketua HIPAUDI Bengkulu Sri Widiati, Perwakilan Bank Indonesia Pusat, Instansi terkait dan Tamu Undangan dari berbagai kalangan.
Sosialisasi ini dirangkai dengan Sambutan-sambutan, Pengisian Kuisioner, Pemberian Edukasi/Materi, serta sharing santai bersama narasumber.
M. Jhon selaku Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu mengakui bahwa Provinsi Bengkulu adalah daerah terendah se-Sumatera dalam penggunaan transaksi non tunai.
"Sosialisasi ini sangat baik sekali kami begitu mengapresiasi, terlebih Bengkulu ini adalah pengguna Non tunai terbawah se-Sumatera. Untuk itu diharapkan yang mengikuti sosialisasi dapat membagi ilmunya kepada masyarakat yang lain" ujarnya.
Di sisi lain, Anggota DPR RI Dapil Bengkulu Komisi XI Bidang Ekonomian, Anarulita Muchtar mengungkapkan dukungan penuhnya terhadap segala bentuk upaya sosialisasi Non Tunai.
"Kalau saya sendiri mendukung penuh apapun langkah-langkah Bank Indonesia dalam upaya sosialisasi non tunai ini, kita sama-sama tahu non tunai ini lebih banyak keuntungannya, keamanannya, dan banyak hal positif lainnya" ungkapnya.
Sementara itu, Dijelaskan oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, bahwa transaksi non tunai sangat mudah dilakukan di mana saja dan kapanpun, termasuk untuk masyarakat pendesaan karena transaksi tersebut bisa dilakukan by phone (dengan telepon) yang hampir semua kalangan mempunyainya.(ReTra)
- 25 views
Facebook comments