Abu Vulkanik Sinabung Selimuti Kabanjahe
Kabanjahe,Tuntasonline.com - Gunung Sinabung erupsi lagi, Senin (13/11). Abu vulkanik dari proses erupsinya menyebabkan kawasan Kecamatan Kabanjahe dan sekitarnya terpapar abu. Kondisi jalan dan lingkungan Kantor terkena debu pasir. Meski demikian aktivitas warga berlangsung normal.
Salah seorang warga, Barus (57) warga Barusjahe menyatakan, abu mulai menyelimuti pemukiman warga sekitar pukul 12.15 WIB. Sementara proses erupsi Sinabung masih terlihat dari kejauhan.
"Sekarang abu vulkanik turun ke arah Kabanjahe," katanya pada saat dihubungin melalui telepon selulernya, Senin (13/11) petang.
Abu vulkanik tersebut, menurut dia, beterbangan menutup atap seng rumah penduduk, perkantoran camat dan desa, serta kendaraan milik warga yang diparkir di luar rumah.
"Jika abu vulkanik itu tidak secepatnya dibersihkan maka mobil dan atap seng rumah penduduk akan mudah berkarat karena material letusan gunung itu mengandung belerang," ujarnya.
Di tempat terpisah berdasarkan pengamatan petugas Gunung Sinabung di Simpang Empat, gunung setinggi 2.460 meter ini, secara visual terjadi erupsi.
“Pada pukul 12.09 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 2500 Meter (2,5 Km), lama gempa erupsi 291 detik. Angin bertiup lemah ke arah Selatan - Tenggara.,” ucap Armen Putra, petugas Gunung Sinabung di Simpang Empat, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (13/11) petang.
Menurutnya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan status Gunung Sinabung masih status AWAS (Level IV). Karena itu masyarakat dan pengunjung / wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km sektor Selatan - Tenggara, dalam jarak 6 km sektor Tenggara - Timur, serta dalam jarak 4 km sektor Utara - Timur Gunung Sinabung.
Demikian juga masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dekat sungai - sungai yang berhulu di Gunung Sinabung telah terbentuk bendung alam di hulu Sungai Laborus, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar waspada karena bendungan ini dapat jebol karena tidak kuat naiknya volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
Lebih lanjut ia mengingatkan kepada BPBD Kab Karo agar melakukan sosialisasi ancaman bahaya lahar hujan / banjir bandang kepada masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.(Rus)
- 21 views
Facebook comments